Rabu, 15 Januari 2014

Carrie “Penebusan Dosa yang Berakhir Bencana!”



Wow... Akhir-nya!!! akhir-nya Epik baca (dan me-review) juga karya Stephen King. Selama ini sih cuma tau nama-nya dan "karya"nya yang udah difilm'in kayak Children of The Corn. Tapi belum pernah sekalipun baca novel-nya, padahal beliau ini legenda~ (sempet berusaha baca Gadis Penggemar Tom Gordon, tapi ngga suka temanya jadi ngga dilanjutin). Dan taadaa... Ini novel perdana Stephen King yang Epik baca.

BTW just Curhat: masa’ pas ngeluarin novel ini dihadapan adik-adik kelas, eh ada yang bilang “ini penulis-nya yang mana? (bingung mbeda’in judul dan nama pengarang)”. Epik bilang “yang atas nama penulis-nya. Masa’ ngga tau Stephen King?”. Salah seorang anak angkatan 2012 berkata “aku ngga tau siapa Stephen King”, adik angkatan 2013 menyahuti “aku juga ngga tau”. Dalam batin Epik menjerit “OH MEN! Kalian ini kemana aja sehhhh…? Masa’ sekedar nama-nya duang aja kagak pernah denger (O____O)?”).

Yak dari pada curhat lama-lama langsung ya~
Judul
Carrie
Penulis
Stephen King
Genre
Novel Thriller
Penerbit
Gramedia
Jumlah Halaman
253
Tahun Terbit
Oktober 2013 (cetakan ke-1)



Stephen King
Carrie White adalah seorang gadis SMU yang selalu jadi bahan olok-olokan teman-teman-nya. Permasalahan sesungguh-nya bukan pada tubuh-nya yang gemuk dan berjerawat (hey semua remaja seperti itu kan?), tapi pada sikap-nya yang religius (atau lebih tepat-nya "sikap ibu-nya" yang religious) adalah sasaran empuk untuk jadi olok-olok. Saat Sekolah Dasar, Carrie mulai diejek ketika ia berlutut untuk berdo'a sebelum menyantap makanan-nya. Sejak itu ia selalu di-bully oleh teman-teman-nya.

Suatu hari saat sehabis pelajaran olah raga jam pertama, Carrie dan teman-teman sekelasnya mandi di pancuran bersama-sama. Sebetulnya ibu Carrie melarangnya untuk ikut mandi bersama-sama di pancuran sekolah dengan alasan hal itu menjijikkan, tapi Carrie terpaksa ikut mandi bersama walau ia mandi yang terakhir. Miss Desjardin, guru olahraga mereka, tiba-tiba masuk ke pancuran dan menepukan tangan sambil berkata pada Carrie untuk segera menyelesaikan mandinya karena lima menit lagi kelas dimulai. Carrie hanya mendongak sambil memasang tampang linglung.

Carrie kemudian mematikan pancurannya dan saat ia melangkah keluar dari ruang pancuran semua teman-temannya melihat darah mengalir turun di kakinya. “Ha-id” teriak salah seorang teman Carrie. Carrie lagi-lagi hanya berdiri sambil memasang tampang bodoh. Tidak tahu apa yang sedang terjadi seolah ia tidak pernah mendapat haid. Semua terus mem-bully Carrie dan Carrie masih berdiri terpaku.

Sue Snell (salah seorang teman Carrie dalam pelajaran olah raga) berteriak marah pada Carrie yang hanya diam. “Kau berdarah! Kau berdarah puding gede tolol!”. Sebelumnya, Sue tidak pernah terang-terangan mem-bully Carrie, tapi Sue tahu bahwa sejak SD dulu teman-temannya sering melakukan hal ini. Hari ini pun Sue tidak bermaksud melakukan hal buruk kepada Carrie, tapi entah mengapa hari ini ia terdorong ikut mengolok-olok Carrie. Sue hanya ingin diterima oleh teman-temannya yang lain dan tidak ingin jadi pahlawan kesiangan untuk Carrie.­

Carrie melonggok kakinya lalu kemudian menjerit. Seseorang tiba-tiba melempar tampon pada Carrie. Terdengar suara tawa dan hinaan dari teman-temannya. Mereka melempari Carrie dengan tampon sambil berkata “Ayo sumpal!”. Carrie menjerit-jerit histeris dan roboh kebelakang dalam posisi duduk.

Miss Desjardin berlari masuk ke ruang pancuran untuk memeriksa apa yang terjadi. Miss Desjardin menampar wajah Carrie untuk menghentikan serangan histeris yang dialami Carrie. Setelah agak reda, Miss Desjardin membantu Carrie berdiri dan menyuruh Carrie untuk menghentikan sikapnya yang seolah tidak pernah mengalami haid. Carrie memang tidak mengetahui apa yang terjadi pada dirinya karena ini adalah haid pertamanya. Selama ini Carrie kurang mendapat pendidikan seksual dari ibunya. Karena ibunya memiliki sikap yang aneh dalam membesarkan Carrie.

Ibu Carrie, Ny. Margareth White, adalah orang yang sangat religius malah bisa dikatakan sangat terobsesi dengan kemurnian dan kesucian kristus. Ia selalu mengutuk semua yang berbau seks dan hubungan lawan jenis. Ia percaya seks adalah salah satu kegiatan yang penuh dosa dan menjijikan. Dan ia pernah berbuat dua kali (padahal kedua-nya dilakukan dengan suaminya sendiri). Hubungan pertamanya berakhir dengan keguguran yang ia anggap sebagai sebuah kutukan dari Tuhan dan setelah berhubungan yang kedua suaminya meninggal karena kecelakaan. Sejak itu ia benar-benar percaya bahwa berhubungan seksuallah yang jadi penyebab semuanya. Tak lama setelah itu perutnya membesar karena hamil, tetapi Ny. White mengira ia terkena kanker rahim akibat dari berhubungan. Setelah Carrie lahir ia pun mengajak Carrie hidup seperti caranya. Memuja kesucian.

Carrie tidak diijinkan menerima tamu cowok, pakaian-nya hanya terbuat dari wol atau katun, gaun-nya harus sepanjang tulang kering, dan hidup Carrie diisi dengan kewajiban memohon ampun dan berdo'a kepada Tuhan atas tekanan ibu-nya. Carrie sebenar-nya ingin menjadi gadis biasa, seperti teman-teman sebaya-nya. Ia ingin memakai celana jins dan pakaian dengan bahan selain katun atau wol. Jika ia ketahuan melanggar, Carrie akan ditampar dan dipaksa masuk lemari. Didalam lemari itu Carrie dipaksa berdoa memohon ampun atas tidakan dan dosa-dosa yang telah ia perbuat.

Beberapa hari lagi akan diadakan pesta prom night dimana datang ke pesta prom night adalah impian setiap gadis, tak terkecuali bagi Carrie. Carrie juga ingin pergi ke pesta itu ia merahasiakan rencananya ini dari ibunya, karena ia tahu ibunya pasti tidak mengijinkannya pergi ke pesta itu. Diam-diam Carrie menjahit gaun pestanya sendiri. Disisi lain ada Sue yang menyesal telah mem-bully Carrie. Sue ingin menebus kesalahannya kepada Carrie. Ia memutuskan untuk tidak pergi ke prom dan meminta Tommy (kekasihnya) untuk mengajak Carrie saja. Hanya saja Sue tidak tahu bahwa tujuan baiknya tersebut membawa petaka!.  Baca sendiri novelnya ya KIKOSer~ hehehe~

Epik bingung mau mulai dari mana ini. Hehehe… Oke… baiklah… Mari mengomentari tentang alur. Alur yang dipakai ini alur maju dan ganda. Jadi 2 cerita terpisah yang silih berganti muncul di novel yakni cerita pra-tragedi ngamuknya Carrie dan pasca-tragedi ngamuknya Carrie (BTW, Carrie ini punya kemampuan telekinesis1). Kalau yang pra-tragedi pakai sudut pandang orang ketiga sedang pasca-tragedi pakai model kutipan gitu. Maksudnya model kutipan adalah cerita yang dimunculkan kayak potongan cerita yang ada di koran, jurnal, atau hasil wawancara gitu.

Dari segi ide cerita entah mengapa Epik ngerasa ceritanya kayak teenlit thriller dengan bumbu adegan dewasa gitu hehehe… (#peace). Maap sebelumnya ya buat para penggemar Stephen King… Jujur ini karya pertama Stephen King yang Epik baca, selama ini cuma menikmati karya Stephen King yang udah divisualisasi (ex: Dreamcatcher, 1408, dan Childern of The Corn, Pet Sematary aja cuma diceritain ama adek). Menurut Epik nih, Carrie ceritanya keren mengangkat tema telekinesis yang bisa dibilang ngga ada serem-seremnya jadi cerita thriller. Awalnya Epik agak pesimis pas baca synopsis Carrie… “wealah kok tentang telekinesis? Apa serunya??”. Ternyata bisa seseru ini ya. Cuma bagi Epik yang agak annoy adalah bertebarannya adegan seksual di novel ini. Sebenernya ngga masalah sih ada adegan dewasanya tapi pendeskripisannya itu lo cukup rinci. Pembaca matanya jadi melotot (O__O)/. Gaya cerita yang dipakai kerasa banget Amerika-nya. Kan ada tuh novel terjemahan yang ‘Amrik’-nya ngga terlalu berasa… tapi di novel ini kerasa banget!. Susah ngejelasinnya... coba deh baca novelnya pasti KIKOSer bakal ngerasain nuansa 'Amrik' disana.

Mari berpindah ke bagian penokohan. Pengambaran tokoh Carrie bagus banget dimana anak seusia Carrie ini emang lagi labil-labilnya. Carrie mulai memberontak dari ibu yang selama ini mengekang mati-matian. Biasa bro, darah muda bro~. Sikapnya yang awalnya bisa dikatakan baik bisa-bisanya berubah jadi evil se-evil-evil-nya. Sesuatu banget~. Tokoh Carrie ini kuat dan sikap 'marah'nya ini punya latar belakang yang pas. Tokoh Ny. Margareth White digambarkan sebagai ibu yang mangkeli a.k.a menyebalkan. Jangan kaget kalo KIKOSer bener-bener dibikin iba dengan Carrie. Karena ngga hanya di sekolah ia tersiksa tapi di rumah sebenernya ya tersiksa juga. Meskipun gitu sikap Ny. White yang punya lust, sin, dan munafik bikin tokohnya kelihatan manusiawi banget. Tokoh Sue Snell yang ‘berniat’ baik dan berusaha menebus kesalahannya terhadap Carrie dan berakhir kacau ini menurut Epik jarang ada. Maksud Epik, kalau cerita tentang orang jahat yang dapet pembalasan setimpal (atau lebih buruk) dari kelakuannya sih udah bertebaran dimana-mana. Tapi kalau orang berbuat jahat terus insyaf yang berusaha memperbaiki kesalahan dan berbuat baik malah kena apes gara-gara niat baiknya itu agak rare gitu~. Soalnya ceritanya jadi unpredictable.

Overall~ Seru! Dan menegangkan terutama di bagian pas Carrie ngamuknya hehehe! Bener-bener kacau… untuk tau ceritanya lengkapnya KIKOSer baca sendiri ya~


Referensi:
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_adaptations_of_works_by_Stephen_King


Penjelasan:
1)Telekinesis: kemampuan menggerakan atau memindahkan barang tanpa menyentuh barang itu. Kemampuan tersebut dipercaya menggunakan kekuatan pikiran.



For Your Information:
- Carrie telah 3 kali difilmkan dengan judul yang sama yakni tahun 1976, tahun 2002, dan tahun 2013 yang diperankan Chloe Grace Morrettz sebagai Carrie. (sumber:Wikipedia.com)


-John Travolta mengambil peran sebagai Billy dalam film Carrie tahun 1976


Spesial Thank’s :
-Bapaknya Epik (^__^)/ makasih pa sudah menyokong hobi Epik secara ngga langsung.
-Makasih buat Shaddow yang secara ngga langsung menarik minat Epik untuk baca karya Stephen King (BTW, udah ngga ada utang postingan ya~)

P.S: SellSella ayo semangat nulis lagi po'o :)



4 komentar:

  1. Ituu kekuatannya Luhan,ahahah
    Itu adeknya yg main artis sukaan km kan?
    Mukanya emang cocok, ahahha
    ~Reyko~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iya Epik suka Chloe GM... imut anaknya hehehe... emang tuh anak agak creepy tapi ngga pas buat penggambaran fisik Carrie....

      -Epik-

      Hapus
  2. aku baru mulai buka..hehe tapi ketiga filmnya ga ada yang sesuai dengan deskripsi di novel.. yang pertama terlalu kurus, yang kedua terlalu sexy..yang ketiga terlalu cantik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya emang ngga pas... Tapi kabarnya yang paling pas diantara semuanya itu film yang pertama... kalau yang ke-3 emang terlalu cantik untuk dibully hahaha

      -Epik-

      Hapus