Senin, 23 Juni 2014

Saat Melihat Pria Berkemeja Pekat Itu



Epik kali ini ingin memposting puisi… Yap dan ini puisi pertama yang Epik posting…

Silahkan baca…
Ini gambarnya diambil dari salah satu online shop =="

Saat Melihat Pria Berkemeja Pekat Itu

Kau membuat otot bola mataku menegang.
tak habis pikir begitu murah hatinya Tuhan menciptakanmu, makhluk yang begitu rupawan. Untuk kunikmati meski tak seutuhnya. Kurasa cincin di jari manismu lah yang menahanku untuk tetap waras.

Aku tidak menginginkan dirimu hanya sekedar jasadmu. Lebih dari itu. Tuhan memberimu intelektual tingkat tinggi dan aku mencintai bagian itu juga. Bagian terbaik yang takkan lekang direnggut waktu.

Siluet tubuhmu yang melekat pada kemeja pekat membuat setiap manusia yang memandang, menenggak ludah. Sungguh munafik jika kukatakan kau tidak menggairahkan. Sungguh hina jika kukatakan aku tak menginginkanmu. Tapi aku tak berani meski sekedar berangan atau berfantasi akan dirimu. Aku rasa sia-sia belaka mencapai utopia berbayang fatamorgana. Tak pernah menjanjikan kepuasan abadi.

Tentunya kau lebih paham mengenai ekstasi karena aku yakin kau pernah meneguk nikmatnya ekstasi, setidaknya dengan manusia yang berikrar janji denganmu. Namun dengan melihat lekuk tubuhmu, terhanyut indah tuturmu, serta menyecap lembut jalan pikiranmu adalah ekstasiku. Puncak dari segala puncak.

(Surabaya-Sidoarjo, 20 Mei 2013)
backsong: King of Leon - Use Somebody


Tidak ada komentar:

Posting Komentar