Kamis, 26 Februari 2015

The Wizard of Oz “Otak, Hati, Keberanian, dan Pulang”

Yeah! 2 hari menjelang ujian dan Epik masih sempat baca novel! Widih sok banget ya... Hm, sebenernya ngga gitu KIKOSer. Jujur ya, Epik buntu banget nih nggarap proposal. Daripada ngelamun trus kesambet setan lewat, ya udah Epik baca novel. Novel yang kali ini Epik bakal review adalah novel anak berjudul The Wizard of Oz. Yey!. Udah lama kayaknya Epik ngga baca novel anak yang klasik. Seneng deh sama penerbit Atria yang nerbitin novel-novel anak klasik dengan cover yang lucu dan menarik ditambah ilustrasi-ilustrasi imut yang bikin pembaca terhibur. Nah dari pada lama-lama langsung baca sinopsis The Wizard og Oz ya...


Judul
The Wizard of Oz
Penulis
L. Frank Baum
Genre
Novel Anak Klasik
Penerbit
Atria
Jumlah Halaman
206
Tahun Terbit
Oktober 2010 (cetakan ke-1)


L. Frank  Baum
The Wizard of Oz bercerita tentang petualangan Dorothy, Toto (anjing kesayangan Dorothy), manusia jerami, Tin Woodman si manusia kaleng, dan Singa penakut yang mencari sesuatu yang mereka harapkan. Berawal dari sebuah badai yang menghempaskan rumah tempat Dorothy tinggal bersama Paman Henry dan Bibi Em. Ia dan Toto yang berada di dalam rumah pun ikut terbang. Mereka kemudian mendarat di sebuah negeri yang indah sekaligus aneh. Tiba-tiba ia dikerumuni orang-orang bertubuh kecil dengan pakaian serba biru yang menyebut diri mereka sebagai Munchkin. Salah satu orang kecil tadi adalah penyihir baik dari utara. Penyihir baik ini berterima kasih pada Dorothy karena telah menimpai seorang penyihir jahat dari Timur. Dorothy tidak mengerti apa yang dikatakan para penyihir utara itu. Penyihir utara kemudian menjelaskan bahwa di Negeri Oz hidup 2 penyihir jahat yang kuat yakni penyihir Timur dan Barat. Ternyata rumah Dorothy tanpa sengaja menimpai tubuh penyihir Timur hingga mati jadi para penduduk Munckin merasa bahagia karenanya.

Dorothy mengatakan pada penyihir Utara bahwa ia ingin pulang ke Kansas untuk bertemu Bibi Em dan Paman Henry, sayangnya penyihir Utara tidak tahu dimana letak Kansas itu. Penyihir itu hanya tahu bahwa Negeri Oz dikelilingi oleh padang pasir yang luas dan kering. Siapa pun yang berjalan melewatinya niscaya tidak akan mampu bertahan. Penyihir Utara memberi saran agar Dorothy menemui Penyihir Oz yang Agung, karena hanya dialah yang memiliki sihir terkuat. Penyihir Oz tinggal di kastil Jamrud di kota Jamrud dan jalan menuju kesana tidak mudah. Penyihir Utara memberi kecupan di kening Dorothy karena dengan tanda kecupan itu tidak akan ada yang berani menyakiti Dorothy. Kemudian Dorothy diminta penyihir Utara untuk mengambil sepatu perak milik penyihir Timur yang sudah mati. Penyihir Utara mengatakan agar Dorothy mengikuti jalan setapak batu bata kuning maka nanti ia akan sampai ke Istana Jamrud. Berangkatlah Dorothy menuju Kota Jamrud tampat penyihir Oz yang agung tinggal bersama Toto.

Di tengah perjalanan, Dorothy dan Toto bertemu dengan Manusia Jerami yang tergantung di tiang di tengah ladang jagung. Manusia Jerami itu meminta tolong agar Dorothy mau melepaskan dirinya dari tiang itu karena ia bosan sekali berdiri di sana. Setelah Dorothy menolongnya, si Manusia Jerami bertanya hendak kemana Dorothy dan Toto. Dorothy pun bercerita bahwa ia ingin pergi ke Istana Jamrud untuk menemui Penyihir Oz karena ia ingin kembali ke Kansas. Si Manusia Jerami bertanya apakah Penyihir Oz bisa memberinya otak, karena ia menginginkan sekali otak untuk berpikir. Selama ini, ia merasa bodoh karena di dalam kepalanya hanya ada jerami. Dorothy berkata, Penyihir Oz adalah penyihir yang hebat sehingga ia pasti mampu memberi si Manusia Jerami otak. Maka bertambahlah teman seperjalanan Dorothy dan Toto.

Saat melewati hutan, Dorothy, Toto, dan Manusia Jerami mendengar suara dari hutan. Mereka pun mendekati sumber suara yang ternyata berasal dari Tin Woodman si manusia kaleng. Tin Woodman meminta tolong pada Dorothy untuk mengambilkan minyak di pondoknya dan meminyaki sendi-sendinya. Setelah sendi-sendinya diolesi minyak, Tin Woodman berterima kasih dan menceritakan kisahnya. Ia sudah terjebak di hutan selama satu tahun karena saat ia menebang pohon terjadi hujan lebat sehingga sendi-sendinya langsung berkarat. Sebelum ini ia adalah seorang manusia biasa tapi karena suatu hal tubuhnya diganti dengan kaleng. Dulu ia punya seseorang yang dicintai namun sekarang ia tidak memiliki hati untuk mencintai karena itu ia ingin memiliki hati lagi. Dorothy dan Manusia Jerami juga menceritakan kisahnya dan setelah mendengar cerita Dorothy mengenai Penyihir Oz, Tin Woodman tertarik untuk ikut karena ingin meminta hati pada Penyihir Oz.

Tak lama setelah berjalan bersama, mereka dihadang oleh seekor Singa yang besar dan dapat mengaum dengan keras. Sayangnya si Singe sebenarnya adalah Singa penakut. Ia harusnya jadi si Raja Hutan yang berani tapi ia justru takut pada banyak hal. Ia sangat menginginkan keberanian. Dorothy pun menceritakan kemana ia hendak pargi dan apa tujuannya. Setelah mendengar cerita Dorothy, Singa penakut pun ingin mendapat keberanian dari Penyihir Oz. Berangkatlah mereka berlima menuju Istana Jamrud. Jalan menuju kesana sangatlah berat mereka harus melewati sungai, ladang yang membuat mengantuk, hutan yang gelap, dan lain-lain. Apakah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan?. Baca sendiri ya~.

Saatnya Epik komentar... Easy to read and no boring. Jarang ada novel anak yang mudah dibaca sekaligus ngga membosankan, apalagi kalau dengan label novel klasik loh ya. Cover The Wizard of Oz versi Indonesia ini bagus banget, sesuai dengan isi ceritanya *feel klasiknya dapet*. Udah gitu di setiap bab ada gambar ilustrasi yang unyu banget. Seneng deh sama penerbit Atria yang sering nerbitin novel anak klasik kayak gini.

Tapi jujur ya, novel ini masih membawa unsur 'jadul'nya. Unsur apakah itu? Unsur sadis. Beneran lho ini. Banyak kata-kata yang menurut Epik serem dan agak ngga pas kalau baca anak-anak. Kata-kata kayak 'memotong leher', 'membunuh', dan 'mati'. Cukup creepy ya~.

Pelajaran yang didapat dari novel ini tuh banyak lho... Ada rasa percaya, setia kawan, keberanian, imajinasi, dan saling tolong menolong. Sipkan :D. Tapi tetep ya, adik-adik KIKOSer yang masih kecil harus didampingi orang tua kalau baca novel ini.

Sebelum masuk ke cerita The Wizard of Oz, ada semacam tulisan si pengarang mengenai novel ini. L. Frank Baum mengatakan kalau novel anak di masa itu terlalu banyak yang menceritakan hal-hal yang berbau kesedihan dan kengerian, karena itu ia ingin menciptakan sebuah novel imajinatif yang penuh keceriaan, happy-end, dan tanpa 'tragedi'. Tragedi yang dimaksud adalah 'somebody that you love is dead" semacam itulah.

Ngomong-ngomong novel ini udah divisualisasikan dengan berbagai versi. Mulai dari drama panggung sampe film. Nah, beberapa tahun lalu ada kan film prequel dari The Wizard of Oz yang berjudul The Great Powerfull of Oz dengan bintang-bintang keren seperti James Franco (as Harry Ozborne in Spiderman), Mila Kunis (as Jamie Rellis in Friend With Benefit), dan Michelle William (as Alma in Brokeback Mountain), belum lagi pengisi-pengisi suaranya yang keren seperti Joey King (as Christine in The Conjuring), . Kerenkan!. Nah tahun 2015 rencananya bakal dibuat 'The Wizard of Oz' dengan efek yang keren. Jadi ngga sabarkan... :D

Eh, kalau denger kata Dorothy dan The Wizard of Oz, tiba-tiba Epik teringat Greg yang ada di Diary of Wimpy Kid deh hahaha... Di film itu, karena suara Greg yang melengking, dia malah kebagian jadi Dorothy (meski akhirnya ngga jadi sih hahaha)

oh iya... wajah pas mereka nyanyi lagu Total Eclipse of The Heart-nya Bonnie Tyler bener-bener priceless hahaha
turn around~ hahaha
Nah, sambil nunggu film berefek canggih The Wizard of Oz-nya release, gimana kalau KIKOSer baca dulu deh versi novelnya. ^^
  
Spesial Thank’s :
-Makasih buat Papa yang mensuplai Epik biar bisa baca novel terus ^^ makasi pa :D
-Makasi buat Reyko yang minjamin laptopnya buat posting postingan ini hehehe
-Makasih buat Mbak-mbak yang punya lapak di depan lapak Mbak Kus Kampung Ilmu... Makasih ya mbak udah njual buku ini ke Epik *meski harganya agak mahalan* hehehe... besok-besok kasih murah ya mbak... Kan langganan :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar