Minggu, 18 Mei 2014

Pembunuh Berantai di Empat Benua “Kisah Sadis Para Serial Killer Beserta Ulasan Psikiatri, Kriminolog, dan Psikologi”

Selamat malam KIKOSer…
Yak Epik akhir-akhir ini kehilangan selera untuk menulis, jadi itulah alasan ngga pernah nge-post KIKOS… Maafkan Epik ya para penggemar KIKOS (Lah emang ada penggemarnya???). Tapi tenang Epik kali ini muncul dengan ulasan sebuah buku yang super menarik karena kebetulan Epik lagi tertarik dengan hal-hal yang berbau thriller. Ini gara-gara keseringan baca postingan di salah satu grup FB yang mengusung tema creepy, horror, murder, and mysterious thing gitu lah… nama grupnya Creepypasta Indonesia (untuk buka, klik disini).

Kemarin pas Epik hunting buku di Kampung Ilmu, Epik nemu buku yang sebenernya udah Epik incer 2 minggu lalu yang berjudul “Pembunuh Berantai di Empat Benua”. Isinya kurang lebih mengenai pengungkapan beberapa kasus heboh serial killer (pembunuh berantai) di 4 benua berbeda. Penasaran kan? Siapa aja sih yang masuk list serial killer di buku ini?. Cekidot…
Judul
Pembunuh Berantai di Empat Benua
Penulis
Tim Intisari
Genre
Kumpulan Investigasi, True Story
Penerbit
Gramedia
Jumlah Halaman
196
Tahun Terbit
Oktober 2008 (Cetakan Pertama)


Pembunuhan berantai bukan merupakan kasus baru di dunia kriminal. Bahkan sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, tapi mungkin kasus paling booming adalah kasus Jack the Ripper yang muncul di London pada abad ke-19 akhir (1888). Pembunuhan berantai terkesan keji karena umumnya pelaku menikmati setiap adegan pembunuhan tersebut, menikmati korban yang sekarat atau mungkin memohon untuk dilepaskan, menikmati segala dominasi atas nyawa si korban. Pembunuhan terkadang tidak hanya sekedar untuk membunuh korbannya tetapi juga untuk dapat menyalurkan hasrat seksual (dalam entah korban dalam keadaan hidup atau mati) dan mendapat ‘bonus’ berupa harta benda korban. Meskipun beberapa pelaku ada yang menyatakan menyesali tindakan pembunuhan yang dilakukan, nyatanya sebagian lagi juga ada yang terang-terangan tidak merasa bersalah atas tindakannya membunuh orang.
Stab (= =)?
Mungkin sekitar 20-30 tahun lalu, Indonesia merasa pembunuhan jenis ini masih asing di telinga, bahkan terkesan hanya terjadi di luar negeri atau di dalam film-film Hollywood saja. Tapi ternyata kasus pembunuhan berantai tidak hanya terjadi di luar negeri saja, di Indonesia pun ada, tengok saja kasus Ryan Jombang yang sempat mengejutkan Indonesia di tahun 2008 silam. Sosok pembunuh berantai yang ramah, menyenangkan, good looking, dan cerdas selalu dapat mengecoh para korbannya yang sama sekali tidak curiga dengan pelaku. Kebanyakan pelaku pembunuhan berantai memang memiliki ciri-ciri seperti di atas (tapi ngga semua orang yang ramah, menyenangkan, good looking, dan cerdas adalah pembunuh loh yaaa…). Mengerikan bukan? Jangan-jangan tetangga sebelah rumahnya KIKOSer adalah pembunuh berantai (kayak film Disturbia)? Jangan-jangan pacar KIKOSer udah ngubur belasan orang di halaman rumahnya? Jangan-jangan admin KIKOS juga gitu? (haishhh…. Apa’an sehhh!)

Dalam buku ini ada 8 tokoh pembunuh berantai yang dikupas. Mereka adalah:

1. Very Idam Henyansah a.k.a Ryan Jagal Jombang
Very Idam H. a.k.a Ryan
Sesosok mayat mutilasi dalam koper yang ditemukan di kawasan Pasar Minggu menghebohkan Indonesia di tahun 2008. Mayat pria yang kemudian diidentifikasi sebagai Heri Santosa (40) warga Kampung Jatirasa, Jatiasih, Bekasi tersebut diketahui terakhir terlihat oleh isterinya  Jum’at petang, 11 Juli 2008 saat keluar rumah. Menurut ahli forensik, Heri dibunuh sekitar 1-2 jam sebelum ditemukan, terbukti dari makanan yang masih tersisa dalam lambung korban. Setelah ditelusuri, jejak mengarah kepada Very alias Ryan. Alasannya membunuh Heri adalah karena tersinggung oleh ucapan Heri yang ingin dikenalkan kepada Noval (kekasih Ryan) sehingga ia gelap mata membunuh Heri. Ternyata korban Ryan tidak hanya Heri saja, setelah didesak Ryan mengaku telah membunuh beberapa orang lainnya yang ia kuburkan di Jombang, tempat kelahiran sekaligus tempat orang tua Ryan tinggal.

Kasus ini lebih mengejutkan karena saat halaman belakang rumah orang tua Ryan digali, ditemukan sebanyak 10 jenazah  korban Ryan lainnya. Diantaranya ada Mohammad Aksoni alias Soni (27), Zainul Abidin alias Zaki (22), Grady Adam Tumbuan (30), Arie Somba Sitanggang (34), Guruh Setyo alias Guntur (28), Agustinus Fitri Setiawan alias Wawan, Vincentius Yudi, Asrori alias Aldo (yang awalnya tidak dikenali), bahkan pasangan ibu dan anak Nanik Hidayati (32) dan Silvia Ramadani Putri (3). Banyak orang yang men-judge Ryan adalah psikopat.

Namun penggolongan tindak kejahatan Ryan sebagai psikopat perlu dipertanyakan kembali. Karena psikopat biasanya melakukan tindakan ini hanya untuk mendapat kepuasan melihat korban menderita menjelang kematian sedangkan dalam kasus Ryan motif ekonomilah yang diduga kuat mendorong dia melakukan berbagai pembunuhan karena harta benda setiap korban raib untuk dinikmati sendiri.

2. Jack the Ripper
Sosok misterius yang digambarkan mengenakan jubah hitam
Pembunuh sadis yang menyatakan diri sebagai Jack the Ripper ini, merupakan ‘legenda’ dalam rentetan pelaku pembunuhan berantai.  Bahkan sampai sekarang kasus Jack the Ripper ini tidak pernah terpecahkan. Korbannya memang tidak sebanyak kasus-kasus populer seperti Ed Gein (coba gugling aja!), tapi kesadisan dan kemisteriusannya yang membuat kasus Jack the Ripper ini terkenal.

Para korban selalu wanita tuna susila yang bisa dikatakan sudah berumur. Pada 31 Agustus 1888 dini hari ditemukan mayat wanita diidentifikasi bernama Mary Ann Nicholas (43) yang ditemukan tergeletak di depan kandang kuda daerah Buck's Row. Wanita tersebut disayat dibagian leher dan perut bagian bawahnya dibelah. Dari cara menyayat korban, polisi menduga pelaku adalah orang yang cukup mahir  menggunakan pisau bedah dan mengerti anatomi tubuh manusia.

Korban berikutnya bernama Annie Chapman (47) dengan kondisi yang sama dengan Mary. Setelah diperiksa lebih jauh ternyata beberapa organ dalam korban pun turut raib. Beberapa minggu kemudian sepucuk surat tiba di Dinas Kepolisian Metropolitan London yang intinya berbunyi bahwa pria pelaku pembunuhan sadis itu akan terus mencari korban. Seolah menantang para polisi, pria ini mengatakan akan mengirim potongan telinga korban selanjutnya pada polisi, kemudian menyatakan namanya sebagai Jack the Ripper. Setelah itu korban-korban berikutnya pun berjatuhan dengan modus yang mirip-mirip seperti yang dilakukan pada Marry dan Annie. Siapa Jack the Ripper ini sesungguhnya? Apa motif dibalik pembunuhan Jack the Ripper? Ada yang malah berspekulasi kalau Jack the Ripper ini adalah seorang wanita! Tapi apa benar begitu? Entahlah hanya Tuhan yang tahu kebenarannya dan kasus ini pun masih menjadi misteri... *Spongebob+Patrick Mode on*

3. Henry Lucas
Henry Di masa muda (kiri) dan Henry di masa tua
Dengan latar belakang keluarga yang kacau yakni ayah tanpa penghasilan tetap dan ibu yang bernama Viola menjadi wanita tuna susila serta suka memukulinya, menjadikan Henry Lucas menjadi sosok sadis. Ny. Viola kerap menerima 'tamu' di rumahnya sendiri bahkan tak jarang mememaksa anaknya menonton adegan dewasanya dengan para 'tamu'. Ny. Viola yang tempramental sering tiba-tiba memukuli Henry. Tidak hanya secara fisik Henry disiksa, namun juga mentalnya. Saat masuk pertama ke sekolah, ibunya mendandani Henry bak anak perempuan dan tidak memberinya sepatu. Seorang guru yang iba kemudian memberinya sepasang sepatu. Lantaran hal tersebut, Ny. Viola naik pitam dan memukuli Henry lagi. Bahkan Henry pernah koma karena digebuki menggunakan balok kayu. Setiap Henry memiliki hewan peliharaan yang ia dapat dari teman ayahnya, Ny. Viola yang kejam membunuh hewan tersebut. Henry benar-benar tumbuh dengan lingkungan keluarga dan sosial yang buruk dimana seksualitas dan kekerasan bukan hal yang salah.

Selain itu ada salah satu pelanggan Ny. Viola yang turut andil dalam memupuk perilaku aneh Henry, orang tersebut adalah Uncle Bernie yang mengajarkannya beastiality­­(1) serta membunuh binatang-binatang tersebut. Lengkaplah sudah 'ramuan' untuk menciptakan sisi psikopat dalam diri Henry. Hingga suatu hari saat usianya 15 tahun ia ingin sekali melakukan hubungan seksual dengan manusia untuk pertama kalinya. Ia pun menyergap Laura Burnley (17) dan mencekiknya hingga tewas. 33 tahun kemudian ia mengakui perbuatannya tersebut dan berkata bahwa ia tidak sengaja melakukan pembunuhan tersebut.

Henry juga sering melakukan tindakan kriminal seperti membobol rumah orang dan mencuri mobil. Perbuatan nekat Henry tidak berhenti sampai disitu ia bahkan membunuh ibunya sendiri. Hingga ia dijebloskan ke penjara. Yah... Penjara bukan tempat yang asing bagi Henry.

Tahun 1970 saat Henry dibebaskan dari penjara, ia mengingatkan pada polisi bahwa kalau dia dilepaskan kemungkinan dia akan membunuh lagi dan kata-katanya langsung ia buktikan Beberapa mil dari lapas, Henry langsung membantai seorang gadis. Bener-bener kambuhan…

4. James Armstrong
Pembunuhan beberapa mahasiswi EMU (Eastern Michigan University) di Ypsilanti tahun 1967 benar-benar sadis. Korban pertama bernama Marilyn Pindar yang ditemukan dengan tubuh menghitam dan dikerubuti serangga di semak-semak hampir sebulan setelah dinyatakan menghilang. Terakhir Marilyn terlihat berjalan sendiri pukul 20.45 pada tanggal 9 Juli 1967. Lima sampai sepuluh menit kemudian ada sebuah mobil Chevrolet biru keabu-abuan yang mendekati Marilyn. Nampaknya seseorang dalam mobil itu menawarinya tumpangan dan sepertinya Marilyn mengelengkan kepalanya untuk ajakan menumpang tersebut. Seseorang itu terlihat sedikit memaksa tapi Marilyn bersikukuh menolak. Hingga pada tanggal 7 Agustus 1967 sesosok mayat wanita ditemukan dan diidentifikasi sebagai Marilyn. Pelakunya masih misterius.

Beberapa korban berjatuhan lagi dan beberapa saksi mengatakan bahwa mereka terakhir melihat beberapa korban bersama seorang pria tampan berambut hitam. Setelah penyelidikan dilakukan munculah nama James Armstrong dalam list orang yang dicurigai. James Armstrong menolak segala tuduhan yang ditujukan pada dirinya. Namun semua bukti mengerucut kepada James apalagi setelah pemuda ini ditangkap tidak terjadi pembunuhan. So, udah tahukan siapa pembunuhnya?.

5. Theodore Robert Bundy a.k.a Ted Bundy
Hidupnya sungguh rumit, seseorang yang selama ini ia anggap kakaknya ternyata adalah ibunya sendiri. Di akte lahirnya tertera nama Llyold Marshall sebagai pria yang bertanggung jawab atas kelahiran Ted Bundy namun ibunya Eleanor mengaku dihamili seorang veteran perang bernama Jack Worthington. Diantara kegalauan memberi nama belakang apa yang pas untuk Ted Bundy. Kakek-nenek Ted Bundy mengambil keputusan untuk mengangkat cucunya sebagai anak dan ibunya akan diakui sebagai kakak Ted Bundy.
Ted Bundy
Ted tergolong pribadi yang bisa dikatakan anti-sosial. Ia mengatakan begitu sulit melakukan hubungan sosial dengan masyarakat. Meski begitu ia merupakan anak pintar dan anggota jemaat aktif di Gereja Methodist lokal. Ted Bundy beranjak remaja dan mulai sering terlibat kegiatan kriminal skala kecil seperti mengutil di toko yang kemudian menjadi awal tidakannya dalam dunia hitam.

Setelah lulus SMA, ia masuk mendapat beasiswa di salah satu perguruan tinggi. Disana ia menjalin hubungan spesial dengan seorang gadis bernama Stephanie Brooks (nama samaran). Namun Stephanie justru mencampakannya. Yah mungkin didalam hatinya yang paling dalam Ted Bundy merasa dendam dengan Stephanie. Ted Bundy sempat nyambung lagi hubungan yang putus dengan Stephanie, karena saat itu Ted Bundy dapat dikatakan menjadi pria yang cukup sukses. Setelah menjalin hubungan dan mengiming-imingi akan dinikahi, Ted Bundy justru memutuskan hubungan mereka sebagai tindakan balas dendam dan menjadi pembunuh berantai.

Ted Bundy menggunakan wajah tampan dan ramahnya untuk menjebak korban. Dengan berpura-pura tangannya patah dan butuh bantuan memasukan barang kedalam mobil VW kodoknya. Setelah terjebak korban di borgol dan clinggg… mereka hilang… Ted Bundy biasanya melakukan pelecehan seksual terhadap korban-korbannya. Total korban yang tewas di tangan sekitar 28 orang dari tahun 1974-1978.

6. John Wayne Gacy a.k.a Pogo
Gacy adalah pembunuh berantai yang masuk Guiness Book of Records sebagai serial killer yang mendapat dakwaan terlama yakni 21 kali hukuman seumur hidup dan 12 kali hukuman mati. Sayangnya Gacy hanya punya 1 nyawa…

Dakwaan tersebut lantaran Gacy telah membunuh sedikitnya 33 orang yang dikubur di lantai rumahnya. Gacy mengaku melakukan pelecehan seksual sebelum membunuh para korbannya. Targetnya sendiri adalah anak laki-laki berusia 14 hingga 21 tahun.
John Wayne Gacy dan saat menjadi Pogo
Gacy adalah seorang pria bertubuh gemuk yang terlihat ramah dan sopan terhadap para tetangga. Gacy bekerja sebagai kontraktor terkadang bekerja juga menjadi badut pesta. Banyak yang tak menyangka sosok Gacy yang rajin dan terpuji ternyata adalah pembunuh berantai yang sadis.

Beberapa korban ada yang tidak dibunuh tetapi dibius lalu (maaf) diperkosa. Nampaknya Gacy mengalami kelainan seksual yakni menyukai kedua lawan jenis terlihat dari Gacy yang pernah menikah sebanyak dua kali tetapi korbannya semuannya laki-laki. Hingga akhir hayatnya Gacy seperti tidak merasa bersalah atas pembunuhan yang ia lakukan. Terbukti dari pesan terakhirnya menjelang eksekusi mati. Seorang sipir bertanya apa pesan terakhir dari Gacy. Ia menjawab “Kiss my ass”. OhEmJi… \(=__=)/

7. Beverly Allitt
Allitt adalah seorang perawat muda yang bekerja pada sebuah rumah sakit bernama Grantham, Inggris. Wajah chubby dan manisnya seolah merupakan kedok untuk melancarkan kejahatannya terhadap bocah-bocah manis yang seharusnya ia rawat.
Beverly Allitt

Allitt sendiri merupakan perawat yang tidak lulus ujian perawat, namun ia beruntung RS Grantham mau mempekerjakannya. Ia ditempatkan di bangsal anak dan justru di tempat inilah beberapa nyawa anak merenggang akibat ulah Allitt.

Korban pertama Allit adalah Liam (7 minggu) yang paru-parunya tersumbat. Taylor Jo beserta suaminya membawa anak mereka untuk berobat dan bertemu dengan Allitt yang mangatakan akan segera menganggani Liam. Setelah ditangani oleh para perawat, kondisi Liam tampaknya membaik. Allitt mengatakan pada pasangan Taylor untuk tenang dan lebih baik pulang ke rumah, Pasangan Taylor pun sama sekali tidak curiga terhadap Allitt dan memutuskan untuk pulang. Namun saat mereka kembali lagi ke rumah sakit Allitt mengatakan bahwa kondisi Liam memburuk hingga muntah-muntah (padahal cuma bohong). Liam dalam kodisi tidur saat Allitt masuk ke bilik tempat Liam tidur dan sesaat kemudian Allitt keluar dan mengatakan Liam dalam keadaan gawat. Setelah mendapat bantuan pernafasan keadaan Liam membaik.

Pasangan Taylor benar-benar khawatir dengan kondisi anak mereka sehingga mereka memutuskan untuk menginap di rumah sakit. Sekali lagi Allitt berusaha meraih simpati sekaligus menjauhkan pasangan Taylor dari anaknya dengan mengatakan ia rela berjaga semalaman demi Liam kecil, lagi-lagi pasangan Taylor tidak curiga. Pagi harinya saat dua perawat lainnya lengah, Allitt melakukan sesuatu yang membuat Liam kecil meninggal. Pada pukul 04.13, Liam mengalami gagal jantung. Seorang dokter bernama Dr. Nanayakkar tidak habis pikir bagaimana anak sekecil Liam bisa mengalami gagal jantung. Ternyata modus yang dipakai Allitt adalah menyuntikan udara kedalam pembuluh darah sehingga para korbannya mengalami gagal jantung. Sayangnya saat itu belum ada yang menyadari tindakan sadis Allitt sehingga ia masih bisa berkeliaran mencari korban. Kasian banget bocah-bocah tak berdosa itu…. (TT_____TT)

8. Ivan Milat a.k.a Bill
Pernah nonton film Wolf Creek (2005) atau Wolf Creek 2 (2013)? Film mengenai pembunuh berantai yang sadis mencari korban para backpacker­2) yang butuh tumpangan di Australia?. Yap… Film ini sepertinya terinspirasi dari sosok Ivan Roberto Marko Milat. Ivan diduga telah membunuh beberapa backpacker antara tahun 1989 hingga 1992.
Wolf Creek 2! Epik baru lihat yang ini aja...
Korban rata-rata ditusuk belasan kali atau ditembak dibagian kepalanya. Korban antara lain Caroline Clarke (22) dan Joanne Walters (22) yang ditemukan dalam bentuk sudah menjadi kerangka. Joanne ditikam berkali-kali sedangkan Caroline ditikam sekali di punggung dan ditembak dengan pistol berkaliber .22 beberapa kali di kepala. Hasil dari penyelidikan menyatakan bahwa tidak ada tanda-tanda perlawanan dari korban yang berarti kemungkinan korban diikat dahulu sebelum dibunuh. Proyektil yang ditemukan dalam kepala Caroline membuktikan bahwa ia ditembak dari 3 arah berbeda yang kemudian diasumsikan, si pelaku membuat seolah Caroline dijadikan target sasaran dalam latihan menembak.
Ivan Milat
BTW, KIKOSer coba nonton filmnya deh… Bikin berdebar (meski jujur Epik rasa masih ada yang kurang dari film ini… entah apa) tapi berdebarnya cukup dapat kok!.

Saatnya Epik komen!. Wow… jujur Epik ngga habis pikir dengan orang-orang ini (=__=). Kok mereka bisa bertahan hidup dengan ‘rahasia’ mengerikan macam itu. Sumprit... edan… Pas baca itu antara ngeri dan was-was (cih, pikiran aneh selalu muncul di saat yang tidak tepat, jadi parno sendiri). Mungkin bagi Epik yang paling creepy adalah perlakuan Allitt terhadap bayi-bayi tak berdosa. Kalau lihat foto-foto bayi korbannya jadi ngga tega. Hiks… hiks… hiks…

Dan oh god.... kenapa serial killer di atas kebanyakan good looking? oh men... ada apa dengan orang-orang ini??? *abaikan*

Jadi intinya yang Epik baca dari buku ini adalah kita harus lebih waspada kepada orang-orang di sekitar kita yang ternyata berpotensi menjadi serial killer. Misalnya orang yang terlalu antipati terhadap penderitaan orang lain, orang yang terlalu perfeksionis, orang yang charming tapi misterius, dan selain itu yang terpenting jangan mudah percaya terhadap orang lain. Karena sebagian besar mereka yang jadi korban terjebak dengan sikap pelaku yang kelihatan butuh bantuan, menawarkan kebaikan, dan terlihat tidak mencurigakan serta tidak berbahaya. Mereka-mereka justru pandai memasang topeng sehingga kita lengah dan masuk kedalam jebakan mereka. Intinya WASPADALAH KIKOSER!.

BTW lagi, penjelasan dari isi buku yang Epik tulis di atas ngga lengkap lho… jadi kalau pingin lebih lengkap coba deh hunting bukunya trus baca deh (^^)/. Makasih ya KIKOSer mau baca tulisan Epik kali ini :D

Penjelasan:
1) Beastiality: adalah perilaku penyimpangan seksual yang senang melampiaskan hasrat seksual terhadap binatang.
2) Backpacker: adalah orang-orang yang bepergian wisata dengan menggunakan backpack (tas besar) kemana-mana. Guna menghemat biaya perjalanan mereka lebih memilih untuk berjalan kaki atau menumpang mobil. Intinya liburan keluar negeri (umumnya) dengan biaya miring (gimanapun caranya pokok’e halal hehehe)

Spesial Thank’s :
-Tya yang mau nemenin Epik hunting buku di Kampung Ilmu
-Bu Kus (penjual buku di Kampung Ilmu), makasih atas harga miring dan keramahan ibu ya :D


3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. itu yang si pogo keren banget epik. " kiss my ass" ...hahaha
    aku tambahin satu ya..hehe yang cewenya. "Aileen Wuornos" cuma dia spesialis pembunuh lelaki hidung belang soalnya di berprofesi sebagai kupu2 malam, udah diadaptasi ke film juga kisah hidupnya, judul filmnya "monster"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hay Shaddow.... :D
      lama tak jumpa... :D

      Iya tuh si Pogo kagak insyaf sampe mati...==

      Ah... Shaddow jadi pingin nonton... ><
      oke-oke makasih referensinya :D

      -Epik-

      Hapus