Rabu, 21 Januari 2015

Spons dan Cermin

Pada saat itu aku terlalu kecil
Telalu kecil untuk tau bahwa aku istimewa
Aku bisa merasakan yang orang lain abaikan
Merasakan yang orang tak sampaikan


Rama ingat betul pertama kali ia merasakan seseorang dan ia rasakan adalah rasa nyaman di dadanya dan ia mulai tersenyum dalam dekapan ibu.
        Bagaimana jika seorang anak bisa merasakan sekelilingnya, merasakan perasaan orang-orang disekitarnya. Bukan seperti membaca fikiran seseorang, namun ia menjadi lebih peka dan merasakan apa yang ada di hati seseorang. Rama awalnya tidak mengerti, ia hanya merasakan semua orang-orang di sekitarnya. Awalnya ia senang karena yang ia rasakan adalah kebahagiaan, orang-oarang di sekitarnya selalu menyayanginya. Teman-teman kecilnya belum mengenal iri dan dendam, hanya ada rasa marah dan senang, saat itu Rama kecil belum merasakan perasaan manusia yang lebih kelam.

        Pada saat kecil Rama merasakan temannya yang menangis karena mendapat nilai ulangan yang buruk tanpa sadar ia juga menangis, ia dapat merasakan temannya yang ketakutan karena pelajaran berhitung, maka tanpa sadar ia menjadi sangat ketakutan. Terkadang Rama kecil menangis lebih dahulu, dan pada saat ibunya bertanya, ia menjawab bahwa temannya sedang sedih. Teman? Tidak ada orang lain kecuali Rama dan Ibunya. Rama terus menangis dan berkata bahwa temannya sedih dan kesepian. Ibunya hanya binggung dan memeluk Rama dengan erat.

        Rama kecil mulai tumbuh, begitu pula perasaannya. Ia mulai memahami apa yang dirasakannya, ia menyebut dirinya seponge. Seponge, karena ia seakan meresap perasaan orang-orang di dekatnya. Ia mulai merasakan perasaan lain, seperti perasaan yang di sebut cemburu, perasaan dendam, perasaan serakah dan ingin menguasai. Beberapa perasaan itu membuat Rama mengenalnya, membuat Rama juga merasakannya. Padahal perasaan-perasaan kotor seperti itu membuatnya lelah.

        Semakin tumbuh dewasa, semakin mengenal banyak orang, maka semakin Rama memahami semua perasaan manusia. Rama semakin takut, semakin takut perasaan orang-orang sekitarnya meracuninya membuat ia mengenal perasaan itu dan mungkin menggunakannya untuk orang lain.

        Hingga pada suatu saat Rama menolak, menolak merasakan perasaan orang di dekatnya. Perasaan cinta yang tidak bisa Rama balas dan rasakan.
~~~~
Rama P.O.V

        Selama ini aku mudah sekali bergaul dan mendekati banyak perempuan. Kenapa hal itu mudah? Karena aku merasakan apa yang mereka rasakan, itu membuat segalanya mudah. Aku bisa tenang dan berfikir jernih saat orang sekitar ku marah, walaupun aku juga marah dan merasakannya. Semakin dewasa aku bisa mengontrol semua, bisa menyaring perlahan perasaan orang yang terserap masuk.

        Namun semua perasaan yang masuk membuat ku menjadi orang yang berbeda. semakin aku tau perasaan seseorang, semakin mudah aku balik membencinya atau berbalik marah. Ternyata sekarang aku sudah menjadi cermin, cermin yang merekfleksi orang di sekitar. Ternyata menajadi cermin membuat ku merasa lebih buruk.

        Aku menjadi buruk, saat tidak bisa membalas sesuatu yang orang rasakan kepadaku. Bagaimana aku bisa membalas, jika cinta yang kurasakan tidak tulus. Bagaimana aku bisa membalas jika yang ia rasakan saat bersamaku terkadang menjadi perasaan marah, benci, dan rasa serakah. Aku tau semua jenis perasaan, termasuk perasaan perempuan di sampingku saat ini. mengerikan. Aku tidak tau ada perempuan ada yang selicik ini. Perlahan aku lupa rasa nyaman yang ibu ku rasakan saat aku di dekatnya.

         Tetapi ada keuntungan dari kelebihanku ini, aku bisa merasakan hati terdalam. Aku bisa mentertawakan seseorang yang tampak baik di luar,  yang selalu tersenyum ramah, dan selalu berucap kebaikan, namun hatinya tak ubahnya tempat sampah. Orang macam ini yang sangat membuat ku ingin muntah. bagaimana ia bisa tersenyum dan berucap manis, padahal hatinya mengatakan kebencian yang mendalam. ahahahah. mereka lebih baik dari artis terkenal.

       Tapi terkadang aku bisa melihat orang-orang kuat, orang-orang yang tanpa sadar aku menangis dibuatnya, dan tanpa sadar aku ingin memeluk mereka erat. Bagaimana aku kagum, melihat orang yang tersenyum dan tertawa lepas, namun di dalam hatinya ia menangis, sedih, kawatir, dan berbagai perasaan pilu yang membuat ku menangis. Dan apabila mereka bertanya, aku hanya tersenyum dan tetap menangis. Tidak masalah mereka menganggapku aneh, seharusnya mereka yang aneh. Bagaimana mereka bisa tertawa padahal hatinya tak ingin.
~~~

        Rama sadar semua manusia memiliki bermacam-macam perasaan. Ia tidak perduli bahwa ia seponge atau cermin, ia juga manusia. Rama pasti akan merasakannya juga, walaupun tanpa menjadi seponge atau cermin, karena sudah pada dasarnya manusia, mempunyai perasaan seperti itu, tanpa merasa dari orang lain, Rama pasti akan merasakannya. Suka atau Tidak suka. 
The End

Ahhahahha, maafin Reyko nulis cerpen aneh lagi.
Habis lihat film Horns, tiba-tiba pengen posting ini.ahahaha
Ingat...itu cuma cerpen fiksi belaka~~~~
        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar