Minggu, 13 April 2014

Raise The Red Lentern “Persaingan Istri dan Selir-selir Dalam Merebut Perhatian Suami”



Selamat Malam KIKOSer... Epik mau bagi-bagi review'an novel nih. to the point :D


Judul
Raise The Red Lentern/ Wife and Concubines/ Da Hong Denglong Gaogao Gua
Penulis
Su Tong
Genre
Novel Fiksi
Penerbit
Serambi
Jumlah Halaman
136
Tahun Terbit
November 2011 (cetakan pertama)


Su Tong
Teratai adalah seorang gadis yang bernasib kurang baik. Kuliah yang baru ia tempuh satu tahun, terpaksa harus dihentikan karena pabrik teh milik ayahnya bangkrut. Seolah tidak dapat menerima kenyataan, ayahnya memutuskan untuk bunuh diri dengan mengiris pergelangan tangannya sendiri. Setelah kematian ayahnya yang tersisa hanyalah Teratai dan ibu tirinya. Di tengah kemelut permasalahan ekonomi keluarga yang merosot, sang ibu tiri hanya memberi 2 pilihan kepada yakni bekerja atau menikah. Teratai memutuskan untuk menikah dan tentu saja harus dengan orang yang kaya raya.

Datanglah seorang pria yang kaya raya berusia 50 tahun bernama Chen Zuoqian untuk meminang Teratai. Teratai merasa enggan menemui Tuan Chen di rumahnya. Dari dalam kamarnya ia meminta Tuan Chen untuk memesan sebuah meja di restoran Barat dan menunggunya disana. Tuan Chen pun memahami sikap 'sedikit' jual mahal dari Teratai, karena menganggap Teratai adalah seorang gadis yang berpendidikan meskipun tidak pernah menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah. Tuan Chen pun memesan meja dan menunggu Teratai di restoran Barat.

Hari itu hujan, tapi entah mengapa hati Tuan Chen merasa sungguh hangat. Tak lama kemudian Teratai muncul di bawah naungan payung sutra bermotif bunga. Tuan Chen sungguh tidak kecewa dengan penampilan Teratai memang secantik dan semurni yang ia pikirkan. Teratai begitu muda dan mempesona. Tak heran jika kemudian Tuan Chen memantapkan diri untuk menikahi Teratai.

Teratai sendiri bukalah istri pertama bagi Tuan Chen melainkan istri ke empat. Istri pertama Tuan Chen bernama Sukacita, seorang wanita bertubuh gemuk yang menghabiskan banyak waktu dengan berdoa di kuil Buddha. Sukacita sendiri telah memberikan seorang putri yang konon cantik dan putra yang gagah serta terpelajar. Istri kedua bernama Mega, seorang wanita yang tidak lagi muda namun tetap memancarkan kehangatan serta keanggunan dan dari cara Tuan Chen memandang Mega, Teratai tahu bahwa Tuan Chen sangat menyukai Mega diantara istri-istrinya yang lain. Mega memiliki dua anak gadis yang bermulut tajam dan menyebalkan namun begitu sikap Mega yang ramah membuat Teratai tidak mampu membenci Mega. Istri ketiga Tuan Chen bernama Karang yang merupakan istri terdingin diantara yang lainnya. Karang adalah seorang mantan pemain opera jadi tidak heran jika ia terlihat sangat cantik dan memiliki suara yang indah. Karang memiliki seorang putra yang masih kecil namun bandel dan suka mengigit. Teratai cukup diterima di keluarga barunya. Meski yang terang-terangan bersikap baik kepada Teratai hanya Mega namun istri yang lainnya tidak terlalu menyulitkan Teratai.

Sebagai nyonya muda yang baru, Teratai mendapat seorang pelayan pribadi bernama Walet. Walet ini awalnya adalah pelayan Karang namun dipindah tugaskan melayani Teratai. Sikap Walet sendiri sebenernya agak kurang ajar. Sejak diawal pertemuan Walet dan Teratai mereka sudah merasa saling tidak cocok namun mau bagaimana lagi Tuan Chen telah memberi perintah. Pada awalnya Walet bersikap kurang ajar saat bertemu Teratai karena menganggap Teratai ini bukan orang penting jadi Walet merasa tidak ragu untuk bersikap kasar kepada Teratai. Tapi setelah mengetahui bahwa Teratai ini adalah istri baru Tuan Chen, Walet terlihat seperti baru menelan biji kedondong. Sikap Teratai yang judes dan kasar semakin membuat Walet bersikap menyebalkan misalnya selalu pergi ke tempat Karang saat ada waktu senggang dan sebaliknya juga sikap menyebalkan Walet membuat Teratai semakin kasar padanya.

Kamar Teratai terletak didekat kamar Karang dan sebuah taman sepi yang dipenuhi tanaman wisteria. Di taman tersebut terdapat sebuah sumur tua, kabarnya sumur itu telah menelan beberapa nyawa dan seluruh anggota keluarga yang meninggal di dalam sumur itu adalah wanita. Bahkan taman itu dijuluki taman kematian sehingga tak seorang pun berani bermain-main disana. Teratai awalnya tidak terlalu memperdulikan gosip yang ada dan terkadang berjalan-jalan di taman tersebut. Tapa lama kelamaan Teratai juga merasakan hawa tidak enak dari taman tersebut.

Kembali kepermasalahan rumah tangga keluarga Chen. Kehidupan yang nampaknya adem ayem ternyata menyimpan bara dalam sekam. Diam-diam istri-istri Tuan Chen saling meperebutkan saat-saat dimana Tuan Chen akan menginap. Bukan masalah cinta atau hati sih lebih kearah persaingan mendapatkan hati Tuan Chen demi terpenuhinya segala keinginan. Bagaimana Teratai menghadapi intrik dalam rumah tangga ini? Baca ya~

Yay... Epik mau komen. Epik tertarik banget dengan cover serta judul novel ini dimana ada gambar seorang gadis chinese dengan wajah sendu berpakaian chongsam1 merah dan disebelahnya ada lentera merah yang menyala, bener-bener menarik. Judul serta sinopsis yang ditampilkan juga sangat menarik, pokoknya bikin calon pembeli penasaran banget lah. Jadi Epik kasih 1 jempol naik buat yang mendesain cover-nya sekaligus yang bikin sinopsisnya. Tapi Epik juga mau kasih 1 jempol turun untuk desain cover yang kurang detil. Coba perhatikan lagi cover novel ini, antara kepala dan badan si gadis berpakaian chongsam itu tidak proporsional. Kalau dilihat-lihat kepalanya agak kekecilan. Tapi diluar itu perfect-lah :).

Ide cerita yang diambil novel ini mungkin udah mainstreem, yakni masalah pertengkaran istri dan selir-selir seorang saudagar kaya. Tapi yang bikin beda dan menonjol disini adalah karakter masing-masing tokoh. Jujur deh setiap baca novel KIKOSer pasti menduga bahwa pemeran utama dari novel yang dibaca tersebut memainkan peran protagonis yang bersosol baik, ramah, dan disukai banyak orang. Tapi hal itu ngga akan KIKOSer temukan di novel ini. Awalnya Epik berspekulasi bahwa tokoh Teratai ini pastilah gadis baik yang terpaksa menikahi Tuan Chen dan akhirnya dibully oleh istri-istri yang lebih senior. [dengdong] Salah besar! Tokoh Teratai digambarin nyebelin banget. Sombong, sok, suka caper (cari perhatian), galak, judes, gampang iri, agak sadis, kasar, dan bermulut tajam (wow disebutin semua). Tapi ini beneran deh, Epik ketipu banget dengan sosok Teratai. Ngga hanya Teratai, tapi semua istri Tuan Chen sama aja. Ckckck kasian Tuan Chen stres menghadapi wanita-wanitanya yang berisik dan ngga bisa akur (siapa suruh poligami).



Bumbu-bumbu cerita dalam novel ini bisa dikatakan adalah kejadian nyata di dunia ini. Seperti salah seorang istri Tuan Chen yang terkadang berselingkuh dengan pria lain, bermuka dua, jaim dengan jadi manusia alim, menggunakan hal-hal klenik untuk menjatuhkan lawan, dan sebagainya. Novel yang bagus untuk merefleksikan diri sendiri. Jangan-jangan KIKOSer dan admin-admin masih melakukan hal-hal buruk seperti yang dilakukan tokoh-tokoh dalam novel ini???. (O~O)? Semoga ngga ya hahaha...

Sebenernya ada beberapa part di novel ini yang bisa dikembangkan jadi cerita yang lebih mengandung intrik. Misalnya kedekatan Teratai dengan anak laki-laki Sukacita yang memang masih sebaya. Teratai sepertinya sangat tertarik kepada anak laki-laki Sukacita ini dan sempat berpikir yang tidak-tidak tapi nyatanya anak laki-laki Sukacita tidak berani bertindak melanggar norma. Kalau dikembangkan bakal lebih rungsepkan hohoho.

Kemudian mari mengamati sisi intrinsik yang lainnya (walah Epik pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar hohoho). Novel ini menggunakan campuran (kebanyakan pakai alur maju dengan beberapa bagian yang mengunakan alur flashback). Lalu sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga pelaku utama. Latar waktunya ada di Negeri China sekitar seabad lalu (sepertinya lho ya). Hm... BTW kok review'an kali ini jadi kayak tugas anak SMA ya???.

Intinya dari pada penasaran sama novel ini mending langsung baca sendiri ya... makasih KIKOSer sudah menyempatkan waktu untuk baca review'an Epik... Arigachu~


Penjelasan:
1) Chongsam: pakaian model Chinese itu lho yang berbentuk terusan sepan.

For Your Information:
- Nama tokoh wanita di novel ini telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Nama asli mereka dalam novel adalah: Songlian (Teratai), Meishan (Karang), Zhuoyan (Mega), Yuru (Sukacita), Yan'er (Walet).
- Novel ini awalnya berjudul Wife and Concubines (istri dan para selir), namun berubah menjadi Raise The Red Lentern setelah film yang diangkat dari novel ini mengambil judul Raise The Red Lentern.
- Film Raise The Red Lentern di-release pada tahun 1991 dengan Gong Li sebagai utama Teratai atau Songlian.
 
Raise The Red Lentern movie poster
Gong Li sebagai Teratai


Spesial Thank’s :
-Makasih buat Ko Hwa (Tante kesayangan Epik) yang telah mau merogoh kocek untuk beli novel ini... Arigachu... :*

Nih Epik kasih gambarnya:

Jangan lupa ikutan KUKIS 2014 (Kuis KIKOS) ya! Ditunggu lho jawabannya sampai tanggal 16 April 2014! Apa itu KUKIS? Lihat dipojok kanan atas laman KIKOS ya!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar