Sabtu, 07 September 2013

Two Kisses For Maddy “Bersyukur Di Tengah Rasa Kehilangan”

Selamat Malam KIKOSer…
Pagi-pagi enak-nya baca KIKOS hahaha… Nah Epik akan berbagi review’an novel memoar yang bagus karena ngga hanya menyentuh tapi juga kadang bikin pembaca-nya ngakak. Baca ya~


Judul
Two Kisses For Maddy
Penulis
Matt Logelin
Genre
Novel Memoar
Penerbit
Serambi
Jumlah Halaman
432
Tahun Terbit
Juli 2012 (cetakan pertama)

Matt dan Madeline
Two Kisses For Maddy bercerita tentang seorang pria bernama Matthew Logelin yang harus merawat Madeline yang baru lahir karena Liz, istri-nya, meninggal dunia 27 jam setelah melahirkan. Kisah-nya diawali dengan pertemuan Matt (panggilan akrab Matthew) dengan Liz disebuah pom bensin saat SMA. Matt begitu terpesona dengan sosok Liz yang bukan hanya cantik dan pintar tapi juga sikap-nya yang ramah juga menyenangkan. Matt sendiri terkejut dengan sapaan Liz di pom tersebut karena saat itu Matt merasa ia termasuk anak yang cupu dan kurang populer sedangkan Liz adalah kebalikan dari Matt. Tapi seolah tidak melihat kekurangan satu sama lain, Liz akhirnya berpacaran dengan Matt.

Setelah lulus SMA, Matt dan Liz kuliah di universitas yang berbeda. Matt tetap tinggal di Minnesota dan berkuliah di St. John’s sedangkan Liz berkuliah di Scripps, California. Namun jarak bukanlah halangan untuk cinta mereka. Meski LDR (Long Distance Relationship) juga cukup berat dijalani (berat di ongkos bhukkk…), mereka dapat melaluinya. 4 tahun terpisah karena kuliah ditambah 2 tahun berpisah karena pekerjaan, membuat Matt dan Liz memutuskan untuk tinggal bersama di Los Angels.

Los Angels memang tempat mereka memulai hari-hari baru, tapi bukan berarti tanpa masalah. Sementara Liz tengah menanjaki tangga karir-nya, Matt justru sedang berkutat mencari kerja (meski kayak-nya agak ogah-ogahan, tapi akhir-nya dapet kerja juga kok).

Awal tahun 2004, Matt mendapat undangan pernikahan dari teman-nya yang ada di India. Matt tak melewatkan kesampatan pergi ke India ini untuk melakukan sesuatu yang spesial untuk Liz, Matt ingin melamar Liz!. Matt mengajak Liz berjalan-jalan di kota sekitar hotel mereka. Saat ada kesempatan Matt mengajak Liz duduk di bangku umum di taman. Sebetulnya bukan ini acara melamar impian Matt. Matt ingin melakukan dengan lebih romantis. Namun apa daya ia sudah keceplosan membocorkan rencana romantis-nya kepada teman-teman saat mabuk, karena ia khawatir teman-teman-nya memberi selamat kepada Liz sebelum ia melamar, Matt buru-buru melaksanakan lamaran-nya kepada Liz. Dalam cuaca India yang panas dan lengket, Matt melamar Liz dan mereka pun akhir-nya resmi menjadi pasangan suami istri pada tanggal 13 Agustus 2005.

Setahun lebih setelah pernikahan, Mereka mendapati bahwa Liz hamil. Kebahagiaan luar biasa dirasakan pasangan ini. Sayangnya kebahagian itu tak semulus yang Matt dan Liz kira. Air ketuban Liz terlalu sedikit dan leher si bayi terlilit tali pusar sehingga membuat Liz mau tak mau harus menjalani tirah baring1) selama 3 minggu. Namun meski sudah melakukan tirah baring selama 3 minggu, kondisi Liz tidak membaik seperti yang diharapkan, maka dari itu dokter menyarankan Liz segera masuk rumah sakit. Matt berdebar-debar mendengar perkataan dokter, karena saat itu seharusnya si bayi baru lahir 9 minggu lagi.

Benar saja bayi Matt dan Liz lahir prematur dan harus segera di masukan ke ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit atau unit perawatan intensif bayi yang lahir kritis). Pertemuan bayi cantik yang Matt dan Liz beri nama Madeline, dengan ibu-nya tak berlangsung lebih dari 5 menit bahkan Liz belum sempat memeluk gadis mungil yang telah ia tunggu kehadirannya berbulan-bulan. Liz boleh menemui Madeline jika sudah 24 jam karena tubuh Madeline masih terhitung ringkih mengingat ia terlahir prematur.

Disaat-saat itu Matt bolak-balik dari kamar Liz dan ruang NICU untuk menge-cek kondisi Madeline. Sedang Liz hanya bisa berbaring di kamar rumah sakit dan mencemburui Matt yang bisa melihat, menyentuh, dan memeluk Madeline. 27 jam setelah melahirkan, Liz diberitahu oleh suster bahwa ia sudah bisa menemui Madeline. Liz merasakan kebahagiaan yang membucah karena sebentar lagi ia dapat memeluk Madeline, namun ia juga merasa sedikit berdebar karena sudah beberapa minggu ia hanya terbaring di ranjang. Sayang-nya setelah beberapa langkah menapakkan kaki turun dari ranjang kondisi Liz tiba-tiba menurun drastis hingga seperti-nya berada pada keadaan kritis. Dokter tidak mampu menyelamatkan nyawa Liz. 27 jam setelah melahirkan Madeline, Liz dinyatakan meninggal karena emboli paru. Pukulan telak menghantam Matt mengetahui Liz meninggalkan diri-nya begitu cepat bahkan istri tercinta-nya itu belum sempat memeluk Madeline. Kini Matt harus menjadi single parent baru yang harus membesarkan Maddy (panggilan akrab Madeline) sendiri. Baca ya~

Baca novel memoar ini bikin terenyuh… Ya ngga kebayang gimana kalau Epik ada diposisi Matt, pasti sedih banget. Nyata-nya meski berat, Matt tetap berjuang buat move on karena ada Maddy yang masih butuh dirinya. Matt juga berusaha menghadirkan aroma-aroma Liz dalam tiap jengkal kehidupan Maddy agar Maddy lebih mengenal ibu-nya. Kalau Epik pikir-pikir Matt ini bener-bener pria yang so sweet dan setia. Jadi ngiri dengan Liz deh (TAT)/. Jaman sekarang cari pria setia macam Matt pasti susah banget…

Dari segi cerita tentu aja mengingat ini adalah novel memoar jadi feel-nya dapet banget. Gaya cerita-nya sebagian besar emang mendayu-dayu sedih terutama saat tiba-tiba Matt teringat kenangan-kenangan indah yang pernah ia lalui dengan Liz. Tapi ngga full sedih-sedih’an kok, juga ada part kocak-nya kayak celetukan-celetukan saat mengomentari sesuatu. Kalo baca pas part Matt sedih gitu pingin banget ngomong ke Matt langsung buat ngasi semangat ke dia. Tapi kadang juga gregetan pas baca bagian Matt yang jutek dan judes ke orang lain. Misal pas ada nenek-nenek yang muji Maddy cantik trus tanya anak-nya cewek atau cowok gitu aja Matt dalem hati udah sewot. Plisss deh… namanya juga nenek-nenek (=___=)””

Sisi bagus novel ini adalah disertakannya foto-foto Matt, Liz, dan Maddy yang bikin pembaca jadi ada gambaran tentang sosok mereka. Maddy lucu banget… imut… dan Epik rasa wajah-nya Maddy mirip banget sama Liz… :) Trus juga ada beberapa kutipan atau sejenis puisi dari Matt untuk Liz di awal bab. Nah… dari pada penasaran sama novel-nya mending baca sendiri ya KIKOSer~

Makasih ya KIKOSer sudah mau baca review’an Epik kali ini~
Sering-sering mampir ke blog KIKOS ya~ Oya..nggak bosen2 Epik ingetin buat pada ikutan KUKIS yaa.
Bye-bye~

Referensi dan Web Resmi:

Penjelasan:
1)Tirah Baring    : prosedur yang dilakukan ibu hamil yang mengalami masalah kehamilan bayi terlilit pusar. Si ibu disarankan menurangi kegiatan dan menghabiskan lebih banyak waktu-nya untuk berbaring penyamping agar lilitan tali pusar dapat terlepas secara alami.

Spesial Thank’s :
-Buat Ko Wha (tante kesayangan Epik) yang mau ngasih duit buat beli novel
-Trus buat Tanya a.k.a NoniX yang mau nemenin Epik cari buku dan akhirnya menemukan buku ini di toko buku Restu.

Gambar-gambar:
ini cover Two Kisses For Maddy yang terbaru
ini cover lama Two Kisses For Maddy yang terbit di luar negeri
cover Two Kisses For Maddy versi Jepang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar